Aksi 100 Mahasiswa di Mabes TNI, Kasus Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi

2 menit membaca View : 64
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 27 Mar 2026

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas BEM Jakarta Raya menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Mabes TNI, Jumat (27/3).

Aksi ini diikuti sekitar 100 mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan kasus penyerangan yang dialami aktivis Andrie Yunus.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan secara transparan dan sesuai dengan prinsip keadilan.

Mereka menilai kasus penyerangan dengan air keras terhadap Andrie Yunus merupakan persoalan serius yang perlu ditangani secara terbuka melalui mekanisme peradilan yang tepat.

Koordinator Lapangan aksi, Rizky, menyampaikan bahwa penanganan perkara di ruang sipil diharapkan dapat dilakukan melalui peradilan umum agar akuntabilitas tetap terjaga.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan informasi kepada publik terkait perkembangan kasus tersebut.

Selain itu, mahasiswa turut menyoroti keterlibatan aparat dalam proses penangkapan pelaku. Mereka berharap seluruh tahapan penegakan hukum dapat dijalankan secara profesional dan sesuai kewenangan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ruang kebebasan sipil serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Mereka mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses hukum secara konstruktif.

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas BEM Jakarta Raya menyampaikan sejumlah poin aspirasi, di antaranya mendorong pengusutan kasus secara menyeluruh, transparansi penanganan perkara, serta penguatan komitmen terhadap perlindungan masyarakat sipil.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa berharap kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan menjadi perhatian bersama demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih “media nasional”, lebih tajam, atau lebih netral lagi. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS