EMUD ke Prabowo-Gibran: Program Pro Rakyat Harus Dilanjutkan, Pejabat Tak Berkinerja Dievaluasi

3 menit membaca View : 30
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 22 Jun 2026

Jakarta – Ribuan massa yang tergabung dalam Emak Muda (EMUD) Bersatu menggelar aksi damai di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi yang diikuti sekitar 1.001 peserta itu digelar sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai program pro-rakyat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sejak pagi, peserta aksi memadati kawasan Monas Selatan dengan membawa panci, wajan, sayuran, dan berbagai atribut dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menariknya, perlengkapan yang dibawa massa tersebut merupakan hasil swadaya peserta sebagai simbol dukungan nyata terhadap program yang dinilai menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Aksi tersebut merupakan hasil konsolidasi para koordinator EMUD se-Jabodetabek yang telah dilakukan sekitar sepekan sebelumnya. Para peserta berasal dari berbagai komunitas ibu muda yang sepakat menyuarakan dukungan terhadap percepatan program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Dalam orasinya, Ketua Umum EMUD, Hj. Oktasari Sabil, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perlu diperkuat melalui payung hukum yang jelas.

“MBG sudah terbukti berperan dalam mendukung penurunan angka stunting. Semua sudah merasakan manfaat MBG,” kata Oktasari di hadapan massa aksi.

Menurut Oktasari, program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus mendapat dukungan penuh agar manfaatnya semakin luas dirasakan rakyat. Karena itu, EMUD mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Undang-Undang Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya memiliki landasan hukum yang kuat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Selain mendukung MBG, EMUD juga menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya, antara lain percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor, dukungan terhadap Koperasi Merah Putih, Program Sekolah Rakyat, penguatan ketahanan pangan nasional, serta percepatan berbagai Proyek Strategis Nasional.

Dalam pernyataan resminya, EMUD menilai masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan mulai dari kebutuhan gizi anak, akses pendidikan keluarga kurang mampu, penguatan ekonomi rakyat hingga kebutuhan lapangan kerja. Karena itu, organisasi yang beranggotakan para ibu muda tersebut menilai program-program pro-rakyat perlu terus diperkuat dan dipercepat pelaksanaannya.

EMUD juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai upaya yang berpotensi memecah belah masyarakat. Menurut mereka, keberhasilan pembangunan membutuhkan stabilitas dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

Tak hanya itu, EMUD meminta Presiden melakukan evaluasi terhadap menteri dan wakil menteri yang dinilai tidak menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan agenda pemerintahan.

“Program yang baik membutuhkan pelaksana yang baik. Karena itu, pejabat yang tidak mampu bekerja sesuai harapan rakyat perlu dievaluasi dan diganti,” demikian salah satu poin tuntutan EMUD.

Di tengah orasi, Oktasari juga menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan keberlanjutan program-program yang tengah berjalan.

“Jangan sentuh sehelai pun Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, kami mendukung program pro kerakyatan,” ujarnya.

EMUD menilai berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah perlu mendapat kesempatan untuk dilanjutkan dan disempurnakan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui aksi damai tersebut, para ibu muda berharap pemerintah terus mendengar aspirasi rakyat sekaligus mempercepat pelaksanaan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS