Program MBG Disorot, Fikri Suadu Peringatkan Dampak Jangka Panjang bagi Generasi Anak

2 menit membaca View : 57
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 11 Mar 2026

Jakarta – Muzzammil Muhammad Fikri Suadu menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam surat tersebut, ia menyoroti pentingnya standar nutrisi yang ketat agar program strategis nasional itu benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak Indonesia.

Surat bertajuk “Ultimatum Biologis: Mengapa Program MBG Berisiko Menjadi Sabotase Genetik Massal Jika Tidak Dirombak Total” itu ditujukan kepada Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (9/3/2026).

Dalam suratnya, Fikri menyebut program MBG bukan sekadar kebijakan bantuan makanan, tetapi memiliki dimensi strategis yang berkaitan dengan masa depan kualitas biologis generasi bangsa.

“Program Makanan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan populis, tetapi amanat biopolitik paling sakral dalam sejarah Republik Indonesia,” tulis Fikri dalam surat tersebut.

Ia menilai makanan yang dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan otak serta ekspresi genetik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, kualitas gizi dan metode pengolahan makanan harus menjadi perhatian utama.

Dalam dokumen tersebut, Fikri juga menyoroti potensi risiko dari penggunaan makanan olahan dan teknik memasak dengan suhu tinggi dalam program MBG. Menurutnya, proses pengolahan tertentu dapat menghasilkan senyawa kimia yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Ia merujuk sejumlah penelitian internasional yang menyebut makanan dapat memengaruhi ekspresi gen melalui mekanisme epigenetik. Karena itu, ia mengingatkan agar menu yang disediakan dalam program MBG benar-benar memenuhi standar nutrisi yang baik dan aman.

“Setiap butir nasi dan porsi protein yang dibagikan hari ini pada dasarnya sedang menulis masa depan biologis anak-anak kita,” tulisnya.

Fikri juga menyinggung besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program MBG. Menurutnya, program dengan anggaran ratusan triliun rupiah per tahun harus mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Ia mengingatkan agar program tersebut tidak sekadar memberikan rasa kenyang, tetapi juga benar-benar meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda Indonesia.

Dalam suratnya, Fikri mendorong pemerintah untuk memastikan seluruh proses penyusunan menu, standar nutrisi, serta metode pengolahan makanan berbasis pada kajian ilmiah dan penelitian nutrisi modern.

Melalui surat terbuka tersebut, Fikri berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan terhadap kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, program MBG memiliki potensi besar menjadi investasi strategis bagi masa depan bangsa jika dijalankan dengan standar gizi yang tepat. Namun sebaliknya, program tersebut juga berisiko menimbulkan dampak jangka panjang apabila kualitas nutrisi tidak dijaga dengan baik.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS