Bamus Suku Betawi 1982 Dorong Regenerasi Seniman Lewat Festival Tari Kreasi Betawi

2 menit membaca View : 271
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 13 Jul 2026

Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menggelar Festival Lomba Tari Kreasi Betawi di Tavia Ruma Batavi Hotel, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (11/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Betawi sekaligus mempersiapkan sumber daya seni budaya dalam menyongsong Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada identitas lokal.

Ketua Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Utara, M. Ichwan Ridwan atau Boim, mengatakan festival ini bertujuan melahirkan bibit-bibit penari profesional yang nantinya dapat mengisi berbagai ruang publik maupun sektor industri kreatif di Jakarta. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan perkembangan ibu kota sebagai kota global.

Boim menjelaskan penyelenggaraan festival merupakan hasil kerja sama Bamus Suku Betawi 1982 dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi di Daerah Khusus Jakarta.

Dalam perlombaan tersebut, penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dari Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) yang dipimpin Atin Kisam, penari yang telah berkiprah di berbagai ajang internasional, bersama empat juri profesional lainnya.

“Juri yang kami hadirkan bukan juri kaleng-kaleng, mereka pelaku-pelaku seni tari yang sudah go internasional,” kata Boim.

Adapun hasil perlombaan menempatkan Sanggar Seni Putri sebagai Juara I, Sanggar Pandu Kreasi sebagai Juara II, dan Sanggar Purnama Kreasi Nusantara sebagai Juara III. Selain trofi, para pemenang juga menerima uang pembinaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah, yakni Rp12,5 juta untuk Juara I, Rp10 juta bagi Juara II, dan Rp8 juta untuk Juara III.

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Sekretaris Jenderal Bamus Suku Betawi 1982 Muhammad Ihsan, Anggota DPR RI Nurwayah, S.Pd., serta Ketua DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Utara M. Ichwan Ridwan.

Sementara itu, Ketua DPP Bamus Suku Betawi 1982 H. Zainuddin, MH, SE atau yang akrab disapa Bang Oding, membuka secara resmi festival tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembinaan terhadap sanggar-sanggar seni agar terus mencetak penari dan seniman profesional, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Betawi di kalangan generasi muda.

“Ketika kelak Jakarta sudah menjadi kota global, kita sudah siap dengan pelaku-pelaku seni budaya Betawi yang profesional yang akan mengisi ruang-ruang publik di Jakarta,” ujar Bang Oding.

Festival tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta III, Nurwayah, yang menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme generasi muda yang mengikuti lomba. Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan sebagai wadah pembinaan seni budaya bagi kalangan muda.

“Saya merasa gembira dan sangat mendukung kegiatan ini. Terus lakukan pembinaan seni budaya bagi generasi muda,” ujarnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS