
Jakarta – Indonesia memasuki babak baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Setelah mencatat capaian swasembada beras berkelanjutan di awal 2026, pemerintah kini mendorong hilirisasi konsumsi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini tak sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen strategis untuk menyerap hasil produksi petani sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Majelis Nasional KAHMI, Laca Muhammad, menilai kehadiran MBG memberi kepastian pasar bagi petani lokal.
“Saat ini produksi beras nasional surplus 2,4 juta ton pada musim tanam pertama. Kelebihan tersebut dapat diserap secara efektif dengan adanya program MBG Presiden Prabowo,” ujar Laca dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, program ini hadir pada momentum yang tepat. Surplus beras yang sebelumnya berpotensi menekan harga kini dapat terserap di dalam negeri, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Salah satu contohnya dialami Sumarno, petani padi asal Bojonegoro, Jawa Timur. Setelah menjalin kontrak kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat, ia memiliki kepastian pasar sebesar 1,5 ton beras per bulan dengan harga stabil di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pendapatan bersihnya pun meningkat hingga 22%.
Tak hanya di sektor pertanian, MBG juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Hingga April 2026, tercatat sekitar 25 ribu SPPG telah beroperasi di berbagai daerah.
“Secara nasional, program MBG telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja,” kata Laca.
Dari sisi rumah tangga, program ini turut membantu mengurangi beban ekonomi, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Pengeluaran pangan harian disebut dapat ditekan hingga 10-15%. Selain itu, tingkat kehadiran siswa di sekolah penerima MBG meningkat sebesar 4,5%, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan pangan tinggi.
“Makan Bergizi Gratis sudah memberikan dampak nyata terhadap ekonomi, ketahanan pangan, dan pemenuhan gizi bagi 18,2 juta siswa penerima manfaat. Angka tersebut masih akan terus bertambah. Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, MBG dinilai bukan sekadar program bantuan, melainkan motor penggerak ekonomi lokal yang memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional.
Tidak ada komentar