Silaturahmi Adat: Betawi 1982 Jalin Kedekatan Sejarah dengan Kesultanan Ternate

3 menit membaca View : 93
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 25 Nov 2025

REDAKSI ONLINE, Ternate, ‎Selasa (25/11/2025) Badan Musyawarah Suku Betawi 1982 melakukan Muhibah Budaya ke Keraton Kesultanan Ternate, Maluku Utara.

‎Rombongan Muhibah Budaya dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zaenudin didampingi Sekretaris Jenderal, Muhamad Ihsan dan anggota Majelis Adat Bamus Suku Betawi 1982, H. Zamakh Sari, SH, MH dan R. Ida Wara Suprida.

‎Turut serta dalam rombongan para pengurus Bamus Suku Betawi 1982 dan ketua-ketua Dewan Pimpinan Daerah Kota se-Jakarta dan DPD Provinsi Riau.

‎Sambutan hangat disampaikan oleh pihak keraton Kesultanan Ternate yang diwakili oleh Perdana Menteri atau Jogugu Kesultanan Ternate, H. Macmud Zulkiram M. Chaeruddin, S.Ag., M.Si. yang didampingi oleh pejabat dan perangkat Kesultanan Ternate.

‎Dalam pidato penyambutannya, Jogugu Kesultanan Ternate menyampaikan kegembiraannya akan kehadiran saudara-saudara serumpun dari Betawi.

‎”Kesultanan Ternate yang lahir sejak 1257 masehi merupakan kerajaan Islam yang terus melewati berbagai gelombang sejarah. Sama seperti masyarakat betawi di Jakarta” ungkap Machmud Chaerudin.

‎”Perjuangan para sultan Ternate sejak Sultan Zaenal Abidin, Sultan Khairun, Sultan Baabullah hingga Sultan Ternate ke-49 saat ini, Sultan Hidayatullah Syah, telah membawa kesultanan Ternate yang bersendikan ajaran Islam mencapai kejayaannya hingga sedemikian hebat dalam panggung sejarah dunia” lanjut Jugogo Machmud.

‎Selanjutnya Machmud mengajak Bamus Suku Betawi 1982 untuk terus bersama-sama menjaga peradaban dan budaya leluhur untuk kemajuan bangsa dan menjadi warisan bagi generasi muda ditengah gempuran modernisasi.

‎”Silaturrahmi ini menjadi perekat budaya antar suku bangsa di Indonesia sekaligus menjadi dialog antar kebudayaan yang sangat berharga, sehingga nilai-nilai tradisi, adat istiadat dan sejarah peradaban tetap menjadi jatidiri bangsa yang tetap lestari sampai kapanpun” pungkas Jugogo Machmud.

‎Haji Zaenudin dalam pidato muhibah budayanya menyampaikan bahwa jalinan Betawi dengan Ternate terjadi sejak abad ke 7 masehi sejalan dengan perkembangan Islam di Nusantara.

‎”Budayawan Betawi, Almarhum Datuk Ridwan Saidi pernah mengatakan bahwa Medan, Batavia, Makassar dan Ternate adalah empat wilayah utama penyebaran Islam dan kebudayaan Melayu di Nusantara” ucap Haji Zaenudin.

‎”Kesamaan budaya dan adat istiadat Betawi dan Ternate terhimpun dalam satu rumpun budaya melayu. Bahkan bahasa melayu menjadi bahasa pengantar di nusantara termasuk di Ternate sebagai pelabuhan utama rempah-rempah di nusantara” lanjut Haji Zaenudin.

‎Bahkan saat VOC berkuasa di nusantara, hubungan kesultanan Ternate dengan Batavia atau Betawi kala itu juga terjalin erat, sehingga banyak masyarakat Ternate termasuk keluarga kesultanan yang menetap dan berketurunan di Jakarta.

‎”Kesamaan adat istiadat dan agama, bahkan pakaian adat yang mirip antara Betawi dan Ternate menjadi bukti bahwa Betawi dan Ternate adalah saudara. Betawi dan Ternate harus terus menjalin hubungan budaya, dialog peradaban dan sinergitas untuk terus memajukan masyarakat adat di nusantara” tutup Haji Zaenudin

‎Muhibah budaya Bamus Suku Betawi 1982 dilanjutkan dengan Dialog Budaya oleh Budayawan Betawi, Haji Yoyo Muchtar dan Dr. Syaiful Amri serta sejarawan Betawi, Masdar Mundari.

‎Sebagai penanggap dialog, Akademisi Universitas Sultan Khairun yang juga Kapita Bugis Kesultanan Ternate, Dr. Syahrir Ibnu dan Joa Hukum Soa Sio Kesultanan Ternate, Gunawan Radjim.

‎Acara muhibah ditutup dengan makan malam dan ramah tamah di aula Keraton Kesultanan Ternate dengan penuh keakraban dan rasa persaudaraan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS