Usai Terpilih Jadi Ketum KAMMI, Amri Akbar: Hari Ini Tidak Ada Lagi Kelompok A atau B

3 menit membaca View : 37
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 24 Jun 2026

Ambon – Muktamar XIV Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) resmi menetapkan Amri Akbar sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI periode 2026-2028. Penetapan tersebut dilakukan dalam forum Muktamar XIV KAMMI yang berlangsung di Asrama Haji Ambon, Maluku, pada 22-28 Juni 2026.

Muktamar yang mengusung tema “Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa Muslim untuk Indonesia Maritim yang Berkeadilan dan Berdaulat” itu dipimpin oleh Hamzan selaku pimpinan sidang. Selain menetapkan Amri Akbar sebagai ketua umum terpilih, forum juga menetapkan Syafrul Ardi, Nugra Ferdino, Herianto, dan Imran sebagai mide formatur.

Dalam pidato perdananya, Amri mengajak seluruh kader menjadikan Muktamar XIV sebagai momentum kebangkitan baru bagi organisasi. Ia menegaskan KAMMI harus menjadi ruang yang sehat dan nyaman bagi seluruh kader untuk bertumbuh serta mengembangkan kapasitas kepemimpinannya.

“Saya ingin KAMMI menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh kader. Rumah yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga tempat bertumbuh, berproses, dan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa,” kata Amri.

Menurutnya, masa depan KAMMI tidak ditentukan oleh segelintir orang, melainkan oleh seluruh kader yang terus bergerak dan berkarya di berbagai daerah. Ia mengibaratkan kader KAMMI sebagai pena yang memiliki peran menulis sejarah organisasi di masa mendatang.

Amri juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah beragam pandangan yang berkembang dalam organisasi. Ia menilai perbedaan pendekatan maupun strategi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah soliditas kader selama memiliki tujuan perjuangan yang sama.

Ia menyatakan kepemimpinannya akan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kader di seluruh tingkatan organisasi. Menurutnya, organisasi yang besar bukanlah organisasi yang memaksakan keseragaman, melainkan yang mampu merawat perbedaan menjadi energi kemajuan.

Selain itu, Amri menyoroti penguatan kaderisasi sebagai fokus utama kepengurusan mendatang. Ia menilai tantangan bangsa membutuhkan lebih banyak pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan memiliki keberpihakan kepada rakyat.

“Fokus utama kita ke depan adalah melahirkan kader-kader pemimpin. Kita ingin kader KAMMI hadir dan memimpin di berbagai sektor strategis, baik di kampus, birokrasi, dunia usaha, lembaga sosial, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya,” ujarnya.

Secara khusus, Amri mengajak seluruh kader mengembalikan tradisi kepemimpinan KAMMI di lingkungan kampus. Menurutnya, KAMMI harus kembali menjadi salah satu rahim kepemimpinan mahasiswa Indonesia dengan mendorong kader-kadernya tampil memimpin organisasi kemahasiswaan dan gerakan intelektual di berbagai perguruan tinggi.

Ia juga mengingatkan agar KAMMI tidak terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan mampu menjawab tantangan zaman melalui gagasan dan karya nyata yang relevan bagi masyarakat.

Menutup pidatonya, Amri mengajak seluruh kader meninggalkan sekat-sekat perbedaan yang muncul selama proses Muktamar dan kembali bersatu membangun organisasi.

“Kompetisi telah selesai. Hari ini tidak ada lagi kelompok A atau kelompok B. Yang ada adalah KAMMI. Yang ada adalah cita-cita besar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS