Selamatkan Penerimaan Negara, Polri Tindak Tegas Kasus Penyelundupan di Dua Wilayah

2 menit membaca View : 50
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 20 Apr 2026

Jakarta – Langkah cepat Polri dalam menggagalkan penyelundupan puluhan ton bawang putih dan bawang bombai ke luar negeri dari dua lokasi di Pontianak, Kalimantan Barat, menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk analis kebijakan publik. Penggerebekan tersebut dilakukan Tim Gakum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri di Jalan Budi Karya dan Kompleks Pontianak Square.

Sebelumnya, Tim Tipideksus Bareskrim Polri juga berhasil membongkar dugaan penyelundupan puluhan ribu handphone impor ilegal di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, dan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam kasus tersebut, Polri memperkirakan potensi kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.

Analis kebijakan publik dan politik nasional yang juga Ketua Indonesia Youth Epicentrum, Nasky Putra Tandjung, menilai keberhasilan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas berbagai tindak pidana yang menyebabkan kebocoran penerimaan negara.

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja Tim Gakum Penyelundupan Tipideksus Bareskrim Polri di bawah kepemimpinan Kabareskrim Komjen Pol Sahar Diantono serta arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, langkah cepat dan tegas Polri sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam penguatan reformasi hukum dan pemberantasan praktik penyelundupan.

Nasky yang juga penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata dan Dedikasi untuk Masyarakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kinerja Korps Bhayangkara dalam memberantas tindak pidana yang berdampak pada kerugian keuangan negara.

Ia juga mendorong Bareskrim Polri agar tetap konsisten dan berkomitmen dalam menutup celah kebocoran penerimaan negara sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat.

Lebih lanjut, Nasky berharap Polri tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kinerja agar kepercayaan publik semakin meningkat. “Kehadiran Polri Presisi sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom harus benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS