[OPINI] Gelar Guru Besar untuk Prestasi, Periode Kedua untuk Perubahan

4 menit membaca View : 83
REDAKSI EKSEKUTIF
Lifestyle, News Redaksi - 10 Des 2025

Oleh : Zen Lelangwayang, M.Pd

Wakil Ketua I Muaythai DKI Jakarta

Dengan kompetisi olahraga yang semakin ketat dan tuntutan publik Jakarta yang semakin besar, maka Jakarta membutuhkan pemimpin olahraga yang bukan hanya mengerti manajemen, tetapi memahami sains olahraga, strategi, dan masa depan pembinaan atlet.

Olahraga Jakarta membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kemudian memimpin dari kursi-kursi rapat, atau dibalik ruangan-ruangan kantor semata, tetapi mengerti dan paham betul perihal denyut pelatihan, tekanan kompetisi, dan realitas perjuangan atlet di semua level kompetisi.

Nama itu adalah Hidayat Humaid, pelatih, pendidik, akademisi, birokrat olahraga, dan kini peraih gelar guru besar dalam bidang ilmu kepelatihan panahan.

Sebuah pencapaian yang bukan hanya prestasi pribadi, tetapi menjadi legitimasi akademik untuk memimpin gerakan besar pembinaan olahraga jakarta.

Sejak tahun 2022, Hidayat Humaid memulai pembenahan KONI Provinsi DKI Jakarta dari fondasinya.

Ia mengakhiri era pembinaan yang parsial dan menggantinya dengan sistem yang lebih terstruktur : pelatda berbasis data, pembinaan jangka panjang, seleksi yang lebih ketat dan objektif, dan sinergi dengan pemerintah serta universitas untuk memperkuat pendidikan atlet.

Ia juga mendorong kerja sama agar atlet Jakarta tidak hanya kuat di dalam lapangan, tetapi kuat dalam menjemput masa depan melalui program beasiswa dan pendampingan karier.

Di bawah kepemimpinannya, beberapa cabang olahraga menunjukkan kebangkitan signifikan, bahkan membawa pulang juara umum PON Bela Diri tahun 2025.

Saya secara pribadi mengatakan bahwa pekerjaan besar yang di bangun Prof. Hidayat Humaid dengan KONI DKI Jakarta belum selsai.

Kegagalan merebut juara umum PON 2024 bukan sesuatu hal yang harus disembunyikan, tetapi kenyataan yang harus diperbaiki.

Dan bagi saya KONI DKI Jakarta di kepemimpinan Prof. Hidayat Humaid tidak lari dari kritik justru menjadikannya energi perubahan.

Namun publik juga harus melihat fakta PON XXI Aceh dan Sumut bukan DKI Jakarta gagal total, kalau target juara umum jelas meleset, tapi hal yang perlu di apresiasi adalah Jakarta masih mempertahankan posisi ke-2 di klasemen ahir dengan perolehan 184 medali emas, sementara jika kita bandingkan dengan PON XX Papua, Jakarta itu finish di posisi ke-2 juga tapi dengan perolehan 111 medali emas.

Jadi jelas bahwa prestasi PON XXI 2024 ada peningkatan sangat signifikan dari sisi medali emas yang di peroleh, dan cabang olahraga yang juara umum juga meningkat dimana PON XX 2021 cuman 4 cabor sementara PON XXI 2024 itu ada 19 cabor. Jadi secara kuantitatif menunjukan peningkatan prestasi yang nyata.

Dengan pengalaman dan prestasi yang ditorehkan pada periode 2022-2026, dengan legitimasi akademik yang semakin kuat, dan dengan fondasi pembinaan yang sudah terbentuk, wajar jika ada orang, atau cabang olahraga yang mengajukan Prof. Hidayat Humaid untuk kembali memimpin KONI Provinsi DKI Jakarta periode kedua 2026-2030.

Dan ikhtiar baik itu bukan semata mereka yang berada di lingkaran Prof. Hidayat untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi untuk menyelesaikan pekerjaan besar yang sudah dimulai yakni :

1. Membangun kembali kejayaan olahraga DKI Jakarta.

2. Menciptakan sistem pembinaan terpadu yang modern dan terukur.

3. Menjadikan sport science sebagai identitas baru olahraga Jakarta.

4. Membangun regenerasi atlet yang berkelanjutan.

5. Mengembalikan DKI Jakarta sebagai barometer olahraga Nasional.

Gelar Guru Besar memberi legitimasi. Rekam jejak memberi bukti. Periode kedua memberi kesempatan untuk menyempurnakan perubahan serta mengembalikan jakarta sebagai juara umum PON.

Perjalanan Prof. Dr. Hidayat Humaid, M.Pd pada dunia akademik :

1. Program sarjana (S1) di FPOK IKIP Jakarta tahun 1983.

2. Program magister (S2) Pendidikan Olahraga di PPs IKIP Jakarta tahun 1995.

3. Program Doktoral (S3) Pendidikan olahraga di PPs IKIP Jakarta tahun 1998.

4. Staf pengajar tetap di FIK UNJ tahun 1998.

5. Ketua Prodi ilmu keolahragaan FIK UNJ 2008-2011.

6. Anggota majelis wali amanat (MWA) UNJ 2024-2029.

7. Memenuhi kompetensi kelayakan kenaikan jabatan akademik dosen ke Guru Besar/Profesor tahun 2025.

Perjalanan Prof. Dr. Hidayat Humaid pada dunia kepelatihan :

1. Pelatih fisik cabor panahan pada olimpiade Atlanta 1996.

2. Pelatih fisik tim nasional bola basket putri SEA Games 2003.

3. Pelatih fisik tim bola basket satria muda 2004.

4. Pelatih fisik tim nasional putra bola basket dan Sepak Takraw SEA Games 2005.

5. Pelatih fisik tim bola basket indonesia muda IBL 2007.

6. Pelatih fisik tim bola basket pelita jaya 2010.

Perjalanan Prof. Hidayat Humaid pada dunia organisasi keolahragaan :

1. Wakil ketua bidang Binpres PP PERPANI 1996.

2. Wakil ketua bidang litbang KONI Provinsi DKI Jakarta 1998.

3. Wakil ketua umum PDSI 1998.

4. Wakil ketua bidang organisasi PP PERPANI 2003.

5. Ketua bidang Binpres KONI Provinsi DKI Jakarta 2004.

6. Komisi pelatihan KONI Provinsi DKI Jakarta 2009.

7. Ketua bidang Binpres KONI Provinsi DKI Jakarta 2010-2013.

8. Wakil ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017.

9. Ketua umum Rugby DKI Jakarta 2015-2018.

10. Wakil ketua umum KONI DKI Jakarta 2018-2021.

11. Ketua umum KONI DKI Jakarta 2022-2026. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS