Petani Tales Kediri Dikenalkan Teknologi Kasgot Maggot untuk Perkuat Pertanian Berkelanjutan

2 menit membaca View : 20
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi - 17 Agu 2026

KEDIRI, REDAKSIONLINE.CO.ID — Upaya meningkatkan nilai guna limbah organik menjadi bagian dari pendampingan yang dilakukan IPB University kepada masyarakat Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam), tim dosen memberikan edukasi dan praktik pemanfaatan kasgot dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Kegiatan yang digelar Sabtu (15/8/2026) tersebut diikuti 24 petani-peternak bersama sembilan perangkat Desa Tales.

Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkenalkan potensi kasgot sebagai bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya secara lebih efisien.

Dosen IPB University Ririh Sekar Mardisiwi, SP, M.Si., menjelaskan bahwa kasgot merupakan hasil samping dari proses budidaya larva BSF yang memanfaatkan bahan-bahan organik. Produk tersebut memiliki potensi untuk digunakan sebagai bagian dari pengelolaan media tanam dan peningkatan kualitas tanah.

Menurut Ririh, integrasi antara budidaya maggot dan pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila seluruh hasil dari proses tersebut dimanfaatkan.

Maggot dapat digunakan sebagai sumber pakan, sementara kasgot dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pertanian.

“Dari satu siklus budidaya BSF, ada manfaat yang dapat dikembangkan untuk dua sektor. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sedangkan kasgot dapat diarahkan sebagai bahan pembenah tanah yang mendukung pertanian bio-organik,” ungkap Ririh.

Selain membahas pemanfaatan kasgot, peserta mendapatkan materi tentang prinsip zero waste dari Luvy Dellarosa, ST, MT. Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya mengelola bahan organik secara optimal sehingga dapat mengurangi pembuangan sekaligus menciptakan nilai tambah.

Pengalaman praktis mengenai pengembangan maggot dan kasgot juga dibagikan Nasrul Ulum. Peserta diberi ruang untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan budidaya BSF, termasuk kemungkinan mengintegrasikannya dengan aktivitas pertanian dan peternakan masyarakat.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam berbasis kasgot. Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah dan memanfaatkan material hasil samping budidaya BSF.

Perwakilan Kepala Desa Tales, Irwanto, mengapresiasi program pendampingan yang dilakukan IPB University. Kehadiran tim dosen dinilai membantu masyarakat memperoleh pengetahuan baru terkait pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Untuk mengetahui efektivitas pelatihan, tim melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata serta foto bersama antara tim pendamping dan peserta.

IPB University berharap penerapan pengetahuan yang diperoleh melalui program Dospulkam dapat terus dikembangkan masyarakat Desa Tales.

Pemanfaatan kasgot secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara pengelolaan limbah organik, peternakan, dan pertanian sehingga menghasilkan sistem usaha yang lebih produktif serta berwawasan lingkungan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS