Satu Abad Ali Sadikin, Fauzi Bowo Ajak Perkuat Fondasi Kebudayaan Jakarta; Pemuda Kaum Betawi: Semangat Bang Ali Tak Boleh Padam

3 menit membaca View : 49
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi - 17 Jul 2026

Jakarta – Peringatan 100 tahun kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Jakarta.

Pesan tersebut disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan warisan pemikiran Ali Sadikin sebagai pijakan menghadapi tantangan pembangunan kota di era digital.

Fauzi Bowo, yang pernah menjadi staf pada masa kepemimpinan Ali Sadikin, mengatakan pembangunan Jakarta tidak semestinya hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, Bang Ali meyakini bahwa kemajuan sebuah kota juga ditentukan oleh kehidupan seni dan kebudayaannya.

Ia mengenang salah satu gagasan penting Ali Sadikin yang berawal dari keprihatinan atas hilangnya ruang berkumpul para seniman di kawasan Senen pada akhir 1960-an.

Dari pengalaman itu lahir keyakinan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan ruang bagi seniman untuk berkarya, tanpa mencampuri kebebasan berekspresi.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui pembentukan Dewan Kesenian Jakarta pada 1968, pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM), pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta, Akademi Jakarta, hingga Lembaga Kebudayaan Betawi.

Berbagai institusi itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan di ibu kota.

Menurut Fauzi Bowo, investasi di bidang kebudayaan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

Karena itu, nilai-nilai yang diwariskan Ali Sadikin tetap relevan di tengah perubahan zaman, termasuk menghadapi perkembangan teknologi digital yang mengubah cara masyarakat berkarya dan mengakses seni.

Ia menilai kebebasan berkesenian, peran pemerintah sebagai fasilitator, serta keberpihakan terhadap pelaku seni dan budaya harus terus dipertahankan agar Jakarta tetap menjadi kota yang memiliki identitas budaya yang kuat.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan, menyatakan sependapat dengan pandangan Fauzi Bowo.

Menurutnya, generasi muda Betawi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan Ali Sadikin dalam membangun Jakarta.

“Talenta muda Betawi perlu mengingat dan mencontoh Bang Ali Sadikin atas kontribusi nyata bagi Jakarta dan Betawi. Bang Haji Fauzi Bowo berhasil menggelorakan semangat kebetawian kepada generasi hari ini. Semangat itu tidak boleh padam,” kata Masykur.

Masykur menilai peringatan satu abad Ali Sadikin harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Betawi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Jakarta.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan generasi muda menjadi kunci agar warisan pemikiran Ali Sadikin tetap hidup dan relevan bagi masa depan ibu kota.

Peringatan satu abad kelahiran Ali Sadikin, lanjutnya, bukan sekadar mengenang jasa seorang pemimpin, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Jakarta akan memiliki makna yang utuh apabila kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan penguatan seni, budaya, dan karakter masyarakatnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS