MBG Perlu Evaluasi Berkala, Pengamat Ingatkan Risiko Tekanan Harga Bahan Pangan bagi UMKM

2 menit membaca View : 28
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi - 20 Jul 2026

JAKARTA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu disertai evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi masyarakat, program tersebut juga dinilai harus mampu menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar.

Pengamat dan Praktisi UMKM, Olih Solehudin, mengatakan meningkatnya kebutuhan bahan baku pangan untuk mendukung operasional dapur MBG dapat memengaruhi dinamika pasar apabila tidak diimbangi dengan peningkatan produksi serta distribusi yang memadai.

Menurutnya, lonjakan permintaan terhadap komoditas seperti beras, telur, daging ayam, minyak goreng, sayuran, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya berpotensi memberikan tekanan terhadap harga apabila pasokan tidak bertambah secara proporsional.

“Program MBG merupakan kebijakan yang patut didukung karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya juga harus memperhatikan keseimbangan pasokan agar pelaku UMKM tidak menghadapi kenaikan biaya produksi,” ujar Olih, Minggu (19/7).

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar UMKM, khususnya di sektor kuliner, memiliki ruang keuntungan yang relatif terbatas.

Karena itu, perubahan harga bahan baku dalam waktu singkat dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha.

Olih mendorong pemerintah memperkuat koordinasi dengan petani, peternak, koperasi, distributor, dan pelaku usaha lokal guna memastikan kebutuhan bahan baku Program MBG dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan komoditas di pasar umum.

Selain menjaga stabilitas pasokan, ia juga mengusulkan agar semakin banyak UMKM diberi kesempatan menjadi mitra resmi dalam rantai pasok Program MBG.

Menurutnya, langkah tersebut akan memperluas manfaat ekonomi sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan Program MBG telah melibatkan puluhan ribu UMKM dalam penyediaan bahan pangan dan layanan pendukung. Pemerintah juga melakukan pemantauan harga secara berkala serta memperketat pengawasan pengadaan untuk menjaga transparansi dan keberlanjutan program.

Olih menilai evaluasi rutin tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan MBG. Dengan pemantauan yang berkesinambungan, pemerintah dapat mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan sekaligus memastikan tujuan peningkatan gizi masyarakat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap daya saing UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS