
Jakarta – Perayaan Lebaran Betawi 2026 kembali dihadirkan sebagai ruang kebersamaan warga Jakarta. Tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat ini menjadi momentum silaturahmi, sekaligus ajang merawat budaya Betawi di tengah dinamika ibu kota.

Tahun ini, Lebaran Betawi akan digelar pada 11 April 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Kaum Betawi (MKB) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, Masykur Isnan, menegaskan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan budaya semata, melainkan memiliki makna yang lebih luas dalam memperkuat kebersamaan warga.
“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat inklusivitas dan soliditas elemen Betawi dalam wadah Majelis Kaum Betawi (MKB) serta kebersamaan warga Jakarta,” ujar Masykur dalam keterangannya, Jumat, (27/3/2026).
Ia menyebut, melalui perayaan ini, masyarakat Betawi ingin memastikan tetap menjadi bagian penting dalam merawat identitas, tradisi, serta harmoni sosial di Jakarta yang terus berkembang.
Menurutnya, Lebaran Betawi juga mencerminkan wajah Jakarta sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman. Tradisi ini menjadi perekat sosial yang menghadirkan ruang interaksi lintas komunitas dan lapisan masyarakat.
MKB, lanjut Masykur, selama ini konsisten menjaga dan merawat nilai-nilai budaya Betawi, seperti gotong royong dan silaturahmi, agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
“Melalui kebersamaan ini, kita ingin memastikan bahwa masyarakat Betawi tetap menjadi bagian penting dalam merawat identitas, tradisi, dan harmoni sosial di Jakarta,” tambahnya.
Dengan semangat tersebut, Lebaran Betawi 2026 diharapkan tak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga ruang persatuan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kekeluargaan.
Masyarakat pun diajak untuk hadir dan merasakan langsung hangatnya kebersamaan dalam balutan budaya Betawi di Lapangan Banteng. Perayaan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat keharmonisan sosial di tengah kehidupan kota yang kian dinamis.
Tidak ada komentar