H.Oding : MKB Lahir Dalam Satu Wadah Adat Yang Kuat dan Representatif

2 menit membaca View : 48
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 15 Feb 2026

REDAKSI ONLINE — Upaya menjaga keberlanjutan budaya Betawi kembali ditegaskan melalui kegiatan silaturahmi akbar yang digelar oleh Majelis Kaum Betawi pada Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi masyarakat Betawi untuk memperkuat persatuan sekaligus merawat nilai-nilai adat di tengah perkembangan Jakarta.

Silaturahmi yang berlangsung di Museum MH Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, tersebut dihadiri tokoh adat, ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.

Kehadiran berbagai unsur itu mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga identitas Betawi sebagai bagian penting dari sejarah dan karakter ibu kota.

Ketua Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin atau H. Oding, menyampaikan bahwa pembentukan Majelis Kaum Betawi merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh elemen Betawi yang menginginkan adanya satu wadah adat yang kuat dan representatif.

Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut mulai dirintis sejak 2022 melalui dialog lintas organisasi, ulama, dan cendekiawan Betawi.

Kesepakatan itu kemudian diformalkan melalui deklarasi pada Desember 2022, yang dilanjutkan dengan pra-kongres dan kongres kaum Betawi pada 2023.

Dari proses tersebut, Majelis Kaum Betawi ditetapkan sebagai lembaga adat yang diharapkan mampu menjaga marwah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Betawi secara berkelanjutan.

Dalam tausiyah menjelang Ramadan, KH. Muhyidin Ishaq mengingatkan pentingnya etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi di ruang publik dan media digital.

Ia menekankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bertutur kata serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan akhlak.

Ketua panitia pelaksana, Syarif Hidayatullah, menilai silaturahmi akbar ini memiliki arti strategis sebagai bagian dari proses panjang persatuan kaum Betawi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi mata rantai penting dalam menjaga kesinambungan kebersamaan dan solidaritas sosial.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama masyarakat Betawi.

Ia menilai konsistensi terhadap kesepakatan bersama menjadi fondasi dalam menjaga keharmonisan sosial dan keberlanjutan peran Betawi di Jakarta.

Silaturahmi ini juga berdekatan dengan peringatan hari lahir pahlawan nasional Betawi, Mohammad Husni Thamrin, yang dipandang sebagai simbol perjuangan dan keteladanan bagi masyarakat Betawi dalam menjaga nilai kebangsaan dan keadilan sosial.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pelestarian budaya Betawi.

Ia menegaskan bahwa penguatan budaya lokal, pendidikan muatan lokal, pembinaan sanggar seni, serta pengembangan UMKM Betawi menjadi bagian dari agenda pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS