
Jakarta – Forum Mahasiswa Anti Korupsi (FORMASI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/6/2026). Dalam aksinya, massa mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan suap yang menyeret seorang pegawai BPK terkait Kabupaten Muara Enim.

Massa FORMASI menyoroti dugaan keterlibatan seorang oknum pimpinan BPK berinisial BAR yang disebut-sebut memiliki peran penting dalam kasus tersebut. Mereka meminta KPK segera mendalami dugaan tersebut dan mengambil langkah hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.
Koordinator aksi, Surya Dermawan, menyebut saat ini KPK telah menetapkan seorang pegawai BPK dan seorang pihak swasta bernama Augusz Dewanggara sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
“Saat ini KPK sudah menetapkan satu orang pegawai BPK sebagai tersangka dan satu orang swasta bernama Augusz Dewanggara sebagai tersangka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Augusz Dewanggara adalah orang dekat BAR. Kami menduga Augusz Dewanggara ini merupakan suruhan dari BAR,” kata Surya saat berorasi.
Menurut Surya, dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan dengan cara menekan atau menakut-nakuti kepala daerah tidak hanya terjadi di Kabupaten Muara Enim. Ia menduga pola serupa juga terjadi di wilayah lain yang berada dalam lingkup pengawasan pihak terkait.
“Kami menduga di daerah lain yang berada dalam pengawasannya mengalami hal yang serupa. Karena itu kami meminta aparat penegak hukum untuk menyeret BAR ke penjara. Jangan lupa, jika terbukti bersalah, BAR juga harus dimiskinkan, bahkan bila perlu dijatuhi hukuman seumur hidup,” ujarnya.
Selain mendesak KPK, FORMASI juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot BAR dari jabatannya. Mereka menegaskan akan terus mengawal proses penegakan hukum terkait kasus tersebut.
“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot BAR dari jabatannya. FORMASI siap berada di garda terdepan mengawal KPK dalam menindak dugaan keterlibatan BAR ini,” kata Surya.
Dalam orasinya, Surya juga menyinggung rekam jejak digital yang menurutnya menunjukkan kedekatan BAR dengan sejumlah tokoh berpengaruh. Meski demikian, ia meminta KPK tetap bekerja secara profesional dan tidak ragu mengusut perkara tersebut.
“Kami tahu BAR adalah orang yang kuat. Jejak digitalnya masih bisa dilihat bahwa saat hendak mendaftar di BPK, ia sempat bertemu dengan salah satu elite yang disebut 9 haji. KPK jangan takut, rakyat ada bersamamu,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPK maupun pihak yang disebut dalam tuntutan massa terkait tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Tidak ada komentar