
Jakarta — Pemuda Kaum Betawi (PKB) menggelar audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Jumat (30/1/2026). Audiensi tersebut dikemas dalam agenda bertajuk “Rantang Demokrasi Pemuda Kaum Betawi untuk KPUD Jakarta” sebagai simbol partisipasi aktif pemuda Betawi dalam mendukung penguatan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di Jakarta.

Audiensi ini menjadi ruang dialog antara Pemuda Kaum Betawi dan KPUD DKI Jakarta untuk membahas peran pemuda dalam proses demokrasi, peningkatan partisipasi pemilih, serta pentingnya pendidikan politik yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat Betawi.
Ketua Pemuda Kaum Betawi, H. Masykur Isnan, mengatakan pihaknya menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual yang terbuka untuk kolaborasi lintas elemen kebetawian.
“Saat ini memang kami berdiri secara intelektual, namun kami juga berkolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat kebetawian. Bagi kami, demokrasi tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dibangun bersama dengan semangat kebersamaan,” ujar Masykur.
Masykur yang akrab disapa itu menjelaskan, Pemuda Kaum Betawi memiliki sejumlah program strategis dalam rangka penguatan literasi dan partisipasi politik pemuda.
“Kami mendorong program Muda Melek Politik untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman politik generasi muda. Selain itu, kami menghadirkan Balé Politik sebagai ruang diskusi, pendidikan, dan konsolidasi gagasan demokrasi yang berakar pada nilai-nilai Betawi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan simbol rantang dalam audiensi tersebut mencerminkan nilai budaya Betawi yang sarat makna kebersamaan, keterbukaan, dan gotong royong. Rantang demokrasi dimaknai sebagai pesan bahwa demokrasi harus disajikan secara adil, transparan, dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
KPUD DKI Jakarta menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi inisiatif Pemuda Kaum Betawi yang mengedepankan dialog serta kearifan lokal dalam menyampaikan aspirasi demokrasi. KPUD berharap sinergi dengan pemuda dan komunitas lokal dapat terus diperkuat demi mewujudkan pemilu yang berkualitas.
Melalui kegiatan Rantang Demokrasi, Pemuda Kaum Betawi menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mengawal demokrasi di Jakarta agar tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga berkeadilan, partisipatif, dan berakar pada budaya lokal.
Tidak ada komentar