Demo Mahasiswa di DPRD Tangsel Ricuh, Gara-Gara Disebut “Mahasewa” oleh Akun TikTok @alinezad. Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan : Saya melihat sekilas, memang orangnya (pemilik akun tiktok @alinezad) provokator dan akan kami bantu teruskan (tuntutan mahasiswa)

2 menit membaca View : 316
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi, Viral - 10 Nov 2025

REDAKSI ONLINE,Tangerang Selatan — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Tangerang Selatan di depan Kantor DPRD Kota Tangerang Selatan, Banten, berlangsung ricuh pada Senin (10/11).

Massa sempat memaksa masuk ke area gedung DPRD, membakar ban, hingga memblokade jalan yang menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Kericuhan ini dipicu oleh unggahan akun TikTok @alinezad yang menyindir mahasiswa dengan sebutan “Mahasewa”. Dalam unggahan tersebut, akun itu menuding mahasiswa tidak melakukan aksi terkait putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terhadap anggota DPR RI Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya karena tidak dibayar.

Orator aksi, Abdul Wahab, menyebut unggahan itu telah menghina dan menantang mahasiswa.

“Kami merasa terhina oleh akun TikTok @alinezad yang menuduh kami diam karena tidak dibayar. Padahal, kami butuh waktu untuk mengkaji dan mengonsolidasikan kekuatan massa dan aksi kamis saat ini merupakan aksi kemarahan atas tantangan tersebut dan kami menegaskan sikap kami, bahwa mahasiswa tetap berjuang tanpa dibayar,” tegas Wahab di lokasi aksi.

Dalam aksinya, mahasiswa mengajukan dua tuntutan:

• Mendesak DPRD Kota Tangerang Selatan menyampaikan aspirasi mereka ke MKD agar meninjau kembali putusan terhadap Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, dan Uya Kuya.

• Meminta Kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk menindak pemilik akun TikTok @alinezad atas dugaan penghinaan terhadap mahasiswa.

Perwakilan massa kemudian diterima audiensi oleh anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, salah satunya Maria Teresa dari Fraksi Gerindra.

Foto : Perwakilan massa kemudian diterima audiensi oleh anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, salah satunya Maria Teresa dari Fraksi Gerindra.

Ia menilai unggahan akun tersebut bersifat provokatif.

“Saya melihat sekilas, memang orangnya provokator dan menyalahi mahasiswa. Kami (DPRD Tangsel) minta kajiannya untuk dipelajari dan akan dibantu diteruskan,” kata Maria Teresa. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS