API Perdamaian Sebut Potongan Video JK Berpotensi Picu Konflik SARA

2 menit membaca View : 45
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 01 Mei 2026

Jakarta – Aliansi Pemuda Islam untuk Perdamaian (API Perdamaian) menyatakan dukungan terhadap mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) terkait polemik video ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang viral di media sosial setelah dipotong dan disebarluaskan oleh sejumlah pihak.

API Perdamaian menilai potongan video tersebut menyesatkan publik karena tidak menampilkan isi ceramah secara utuh. Menurut aliansi tersebut, narasi yang berkembang di media sosial menggiring opini seolah-olah JK melakukan penistaan agama. Padahal, konteks lengkap ceramah membahas konflik sosial dan upaya menjaga perdamaian di Indonesia.

“Pak Jusuf Kalla adalah tokoh nasional yang selama ini dikenal konsisten menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Sangat tidak masuk akal jika beliau dituduh menyebarkan kebencian antaragama hanya berdasarkan video yang telah dipotong,” kata Zaenudin, perwakilan API Perdamaian, dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Ia menyebut pemotongan video ceramah tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap seorang negarawan senior. Karena itu, API Perdamaian menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menggiring opini dan memperkeruh suasana.

Zaenudin mengatakan pihaknya tengah mengkaji dan menyiapkan laporan terhadap sejumlah tokoh dan influencer yang dianggap aktif menyebarkan narasi negatif terkait video JK, di antaranya Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, Grace Natalie, dan Sahat Martin Philip Sinurat.

“Tidak ada unsur penistaan agama dalam ceramah Pak Jusuf Kalla. Justru kami melihat ada framing yang sistematis untuk membangun citra negatif terhadap Pak JK,” ujarnya.

Menurut Zaenudin, langkah hukum diperlukan agar tidak muncul preseden buruk berupa penyebaran potongan video tanpa konteks yang berpotensi memecah belah masyarakat dan memicu konflik horizontal.

“Jika framing seperti ini dibiarkan, hal tersebut berpotensi menyulut kembali konflik bernuansa SARA. Pihak yang menyebarkan potongan video maupun membangun framing negatif seharusnya memahami dampak dari tindakan mereka,” tuturnya.

API Perdamaian juga mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan konten viral yang belum tentu menampilkan konteks secara utuh.

Aliansi tersebut terdiri atas sejumlah elemen, antara lain Solidaritas Pemuda Aceh Jakarta yang diwakili Jamaluddin Hasbi, Pemuda Islam Jakarta Bersatu yang diwakili Zaenudin, Aliansi Bersama Pemuda Islam Jawa Timur Bersatu yang diwakili Denni Wahyudi, Pemuda dan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan Bersatu yang diwakili Muh Filky, serta Pemuda Islam Pariangan yang diwakili Zaenal Abidin.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS