CYEA : Lompatan Digital PLN, Smart Meter AMI Dinilai Dorong Efisiensi dan Transparansi Layanan Listrik

2 menit membaca View : 26
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi - 06 Jul 2026

JAKARTA – Transformasi digital yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui penerapan Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau Smart Meter mendapat apresiasi dari Center for Youth Energy Appreciation (CYEA).

Organisasi yang bergerak di bidang energi tersebut menilai inovasi itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kelistrikan sekaligus mempercepat modernisasi sektor energi nasional.

Direktur CYEA, Jefferson, mengatakan implementasi Smart Meter merupakan bukti bahwa digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam reformasi layanan publik di sektor ketenagalistrikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi mampu menghadirkan layanan yang lebih akurat, cepat, dan efisien bagi masyarakat.

“Transformasi yang dilakukan PLN menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan berbasis teknologi yang semakin profesional. Smart Meter menjadi salah satu inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan,” ujar Jefferson dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak dipimpin Direktur Utama Darmawan Prasodjo, PLN terus mendorong digitalisasi di berbagai lini, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga sistem pelayanan pelanggan.

Pendekatan tersebut dinilai berhasil membangun ekosistem kelistrikan yang lebih modern dan terintegrasi.

Program Smart Meter AMI sendiri telah dijalankan sejak 2023 dan hingga kini mencakup sekitar 1,2 juta pelanggan di delapan Unit Induk Distribusi (UID), yakni Sumatera Utara, Banten, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat.

Melalui teknologi tersebut, proses pencatatan konsumsi listrik dilakukan secara otomatis dan real time sehingga meningkatkan akurasi data, mempermudah pemantauan penggunaan listrik, serta mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan jaringan.

Menurut Jefferson, manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional PLN.

Sistem AMI dinilai mampu mengurangi potensi kehilangan energi, mempercepat identifikasi gangguan, hingga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

“Digitalisasi menjadi kebutuhan dalam membangun sistem kelistrikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi seperti Smart Meter merupakan fondasi penting menuju sistem energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” katanya.

CYEA juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat seiring perluasan implementasi Smart Meter.

Informasi mengenai mekanisme kerja perangkat, perlindungan data pelanggan, transparansi perhitungan tagihan listrik, hingga prosedur penanganan kendala teknis dinilai perlu terus disosialisasikan.

Menurut CYEA, keberhasilan implementasi Smart Meter tidak hanya diukur dari jumlah perangkat yang terpasang, tetapi juga dari meningkatnya kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kelistrikan nasional.

Ke depan, CYEA berharap PLN terus melanjutkan transformasi digital secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun sistem kelistrikan yang lebih modern, efisien, tangguh, dan mampu mendukung agenda transisi energi di Indonesia.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS