Pemuda Musliman Apresiasi Respons Cepat Prabowo soal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Minta Menhub Dievaluasi

2 menit membaca View : 42
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 28 Apr 2026

Jakarta – Pengurus Besar (PB) Pemuda Musliman menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Organisasi tersebut menilai insiden itu harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi publik nasional.

Wakil Ketua Umum PB Pemuda Musliman, Supriyadi, mengatakan tragedi tersebut bukan sekadar insiden teknis biasa, melainkan peristiwa serius yang membutuhkan penanganan dan investigasi secara menyeluruh.

“Peristiwa ini harus ditempatkan sebagai kejadian luar biasa yang memerlukan evaluasi menyeluruh, bukan sekadar insiden teknis semata,” kata Supriyadi dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cepat merespons peristiwa tersebut. Menurutnya, langkah cepat pemerintah pusat penting untuk memastikan penanganan korban dan proses evaluasi berjalan maksimal.

“Kami mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang cepat menanggapi peristiwa ini. Respons cepat dari kepala negara menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan masyarakat dan penanganan korban,” ujarnya.

Supriyadi mendorong Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi secara transparan dan profesional guna mengungkap penyebab utama maupun faktor-faktor pendukung yang melatarbelakangi kecelakaan tersebut.

Menurutnya, keselamatan transportasi publik merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator dan Kementerian Perhubungan sebagai regulator diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian perjalanan kereta, standar operasional prosedur di lapangan, hingga kesiapan infrastruktur dalam menghadapi situasi darurat.

Di sisi lain, Supriyadi juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri Perhubungan. Ia menilai masih banyak persoalan transportasi nasional yang belum tertangani secara optimal.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Menteri Perhubungan karena masih banyak persoalan transportasi yang terjadi, mulai dari aspek keselamatan, infrastruktur, hingga pengawasan yang belum berjalan maksimal,” katanya.

Ia menegaskan evaluasi diperlukan agar ada pembenahan serius terhadap tata kelola transportasi nasional, khususnya dalam sektor perkeretaapian yang menyangkut keselamatan masyarakat luas.

Selain itu, Supriyadi menyoroti pentingnya percepatan modernisasi sistem perkeretaapian nasional. Menurutnya, penguatan teknologi keselamatan berbasis otomatis perlu segera dilakukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.

“Dalam sistem transportasi modern, keselamatan tidak boleh semata bergantung pada faktor manusia, melainkan harus diperkuat oleh sistem yang mampu mencegah risiko secara dini dan sistemik,” katanya.

PB Pemuda Musliman juga menekankan pentingnya penataan ulang perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan di berbagai daerah.

Di sisi lain, Supriyadi mengajak masyarakat meningkatkan disiplin dan kesadaran dalam berlalu lintas, khususnya di area perlintasan kereta api, sebagai bagian dari upaya bersama mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh agar sistem transportasi publik Indonesia semakin aman, andal, dan berorientasi pada perlindungan jiwa manusia,” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS