Putusan MK Ditegaskan, LIRA Menolak Pilkada Melalui DPRD

2 menit membaca View : 38
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 19 Jan 2026

REDAKSI ONLINE, Bogor Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dengan tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Sikap itu ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II LIRA yang digelar pada 16–18 Januari 2026 di Bogor.

Presiden LIRA Andi Syafrani menyatakan Pilkada langsung merupakan bentuk nyata kedaulatan rakyat yang tidak bisa digantikan.

Menurutnya, mekanisme pemilihan langsung sudah sejalan dengan UUD 1945 dan diperkuat oleh putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pilkada langsung adalah manifestasi kedaulatan rakyat. Ini bagian dari esensi demokrasi yang dijamin konstitusi dan tidak bisa ditafsirkan ulang,” tegas Andi Syafrani dalam Rakernas tersebut.

Rakernas II LIRA dihadiri lebih dari 200 utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia.

LIRA menegaskan Putusan MK Nomor 135 Tahun 2024 bersifat final dan mengikat, sehingga harus dilaksanakan sesuai prinsip konstitusi tanpa intervensi pihak lain.

LIRA menilai berbagai alasan yang digunakan untuk menolak Pilkada langsung tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan justru bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat.

Menurut Andi, persoalan Pilkada bukan terletak pada rakyat, melainkan pada sistem, penyelenggara, dan penegakan hukum pemilu yang masih perlu diperbaiki.

“Kalau ada kelemahan, yang dibenahi adalah sistem dan pelaksanaannya, bukan hak rakyat untuk memilih,” ujarnya.

Selain isu Pilkada, Rakernas II LIRA juga membahas penguatan partisipasi publik dalam pembangunan nasional.

LIRA menilai sinergi pemerintah dan organisasi masyarakat sipil penting untuk menghadapi tantangan ekonomi dan politik global yang semakin kompleks.

Rakernas II ditutup dengan pemberian penghargaan kepada DPW dan DPD berprestasi, antara lain DPW Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tenggara. Penghargaan anumerta juga diberikan kepada almarhumah Mariani dari DPD Simalungun atas dedikasinya memperjuangkan hak rakyat.

Ketua Pelaksana Rakernas II LIRA, Asep Rohmatullah, menyebut Rakernas ini menjadi momentum memperkuat solidaritas internal organisasi.

“Rakernas II bukan hanya merumuskan agenda strategis, tetapi juga memperkokoh kebersamaan dan semangat perjuangan,” katanya.

Di akhir Rakernas, LIRA menyerukan penguatan demokrasi, perluasan partisipasi publik, serta komitmen menjaga Pilkada langsung sebagai amanah konstitusi. (Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS