Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji (Source: Inilah.com Jateng)Sukoharjo – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, meresmikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Sukoharjo, Kamis (6/11/2025).

Peresmian ini dirangkaikan dengan peletakan batu pertama renovasi Gedung Assalaam Medicare (AMC) yang nantinya difungsikan sebagai Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kegiatan juga diisi dengan ceramah umum dan motivasi bagi lebih dari 2.600 santri dan guru.
Wihaji menyebut PPMI Assalaam sebagai pesantren pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai pilot project program SSK.
“Untuk sekolah sudah ada 20 yang menjadi SSK. Tapi untuk pesantren, Assalaam adalah yang pertama,” ujar Wihaji.
Menurutnya, SSK berperan penting dalam memperkuat edukasi kependudukan bagi remaja, khususnya terkait pencegahan pernikahan dini, bullying, kekerasan seksual, seks bebas, serta bahaya narkoba dan zat adiktif.
“Materi ini sangat relevan dengan persoalan kependudukan nasional, termasuk isu stunting,” tegasnya.
Selain itu, Wihaji juga menyoroti pengaruh teknologi terhadap karakter generasi muda.
“Sekarang ada keluarga baru namanya handphone. Gadget ini berpengaruh pada algoritma kehidupan dan mental generasi masa depan. Kalau tidak hati-hati, bisa salah arah,” katanya.
Ia pun mengapresiasi kebijakan PPMI Assalaam yang membatasi penggunaan gawai bagi santri.
“Santri di Assalaam hampir tidak memegang handphone. Dua minggu sekali baru bisa saat dijenguk atau pulang. Ini contoh baik pendidikan karakter,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri juga mengukuhkan empat santri pengurus PIK-R PPMI Assalaam yang akan menjadi penggerak program edukasi kesehatan reproduksi dan ketahanan keluarga di lingkungan pesantren.
Usai acara, Wihaji meninjau berbagai fasilitas pesantren seluas 9,8 hektare, termasuk gedung pendidikan, asrama, laboratorium, observatorium, hingga pusat layanan kesehatan.
Direktur PPMI Assalaam, Drs. H. Uripto M. Yunus, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah.
“Merupakan kehormatan bagi kami, Bapak Menteri berkenan meresmikan SSK dan menjadikan Assalaam sebagai pilot project serta pioneer program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) di pesantren,” ungkapnya.
Uripto menegaskan, PPMI Assalaam adalah miniatur Indonesia, tempat santri dari berbagai daerah belajar dalam keberagaman.
“Sinergi ini kami harap menjadi langkah awal kolaborasi strategis untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan dukungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, PPMI Assalaam siap menjadi pelopor pesantren berwawasan kependudukan dan turut berperan dalam pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak ada komentar