Tradisi Bandeng Rawa Belong Didorong Jadi Festival Budaya Inklusif Jakarta

2 menit membaca View : 227
REDAKSI EKSEKUTIF
Lifestyle, News Redaksi - 31 Jan 2026

REDAKSI ONLINE– Tradisi jual beli ikan bandeng di kawasan Rawa Belong kembali menjadi perhatian publik menjelang perayaan Imlek 2026.

Kegiatan yang telah berlangsung turun-temurun ini dinilai tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan wajah keberagaman budaya masyarakat Jakarta.

Pandangan tersebut mengemuka dalam kegiatan bincang santai bertajuk Ngopi Bandeng yang digelar di Bale Kopi Baba, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1/2026).

Acara ini dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bersama sejumlah tokoh masyarakat Betawi, akademisi, pegiat budaya, serta perwakilan DPRD DKI Jakarta.

Fauzi Bowo atau Bang Foke menyampaikan bahwa tradisi Bandeng Rawa Belong telah berlangsung selama puluhan tahun dan rutin digelar setiap menjelang Tahun Baru Imlek.

Menariknya, aktivitas perdagangan dan perayaannya justru banyak melibatkan masyarakat Betawi.

Menurutnya, bandeng memiliki makna khusus dalam budaya Tionghoa sebagai simbol ketekunan, keberuntungan, dan kemampuan bertahan dalam berbagai kondisi. Nilai tersebut kemudian diterima secara alami oleh masyarakat Betawi hingga menjadi bagian dari kebiasaan sosial.

“Dalam perkembangannya, bandeng Imlek tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga menjadi simbol silaturahmi di kalangan warga Betawi,” ujar Bang Foke dalam diskusi tersebut.

Ia menilai tradisi tersebut mencerminkan karakter masyarakat Betawi yang terbuka dan mampu beradaptasi dengan berbagai budaya yang hidup di Jakarta.

Oleh sebab itu, penguatan tradisi Bandeng Rawa Belong melalui pendekatan festival dinilai penting untuk menjaga keberlanjutannya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 juga datang dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Mpo Afni Sajim.

Ia memastikan DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan terhadap kegiatan yang akan digelar pada 15–16 Februari 2026 di Jakarta Barat tersebut.

“Festival ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat,” kata Mpo Afni.

Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zaenudin atau Bang Haji Oding, menilai pengemasan tradisi Bandeng Rawa Belong dalam bentuk festival akan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, terutama melalui media digital dan media sosial.

Ia mengajak warga Jakarta untuk hadir langsung ke Rawa Belong pada pelaksanaan festival nanti.

Selain berburu bandeng berukuran besar, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya Betawi.

“Festival ini menjadi bukti bahwa tradisi Betawi terus hidup dan mampu menjadi ruang kebersamaan lintas budaya di Jakarta,” pungkas Bang Haji Oding.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS