Kaum Muda SI Ingatkan Publik Tak Politisasi Isu BBM dan Sudutkan Prabowo

2 menit membaca View : 129
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional - 02 Apr 2026

Jakarta, 2 April 2026 – Isu rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di ruang publik. Menanggapi hal itu, Kaum Muda Syarikat Islam (SI) melalui Salim Wehfany mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempolitisasi isu tersebut, apalagi dengan menyerang figur Presiden Prabowo Subianto.

Salim menegaskan, dinamika harga energi tidak bisa dilepaskan dari fluktuasi harga minyak mentah global serta kondisi geopolitik yang saat ini masih tidak menentu. Karena itu, ia menilai narasi negatif yang diarahkan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, tidak tepat.

“Kami meminta publik untuk objektif. Kebijakan energi adalah persoalan teknis dan ekonomi yang kompleks. Jangan sampai isu ini dijadikan alat untuk membangun sentimen miring atau pembunuhan karakter terhadap Pak Prabowo sebelum kebijakan resmi diputuskan,” ujar Salim dalam keterangannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, maraknya hoaks maupun potongan video lama yang diedit ulang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Kaum Muda SI menilai, di masa transisi pemerintahan saat ini, stabilitas ekonomi dan sosial menjadi kunci agar program-program pro-rakyat dapat berjalan optimal. Karena itu, publik diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.

Selain itu, generasi muda juga didorong untuk berkontribusi secara positif, salah satunya dengan memberikan ide-ide kreatif terkait efisiensi energi, alih-alih memperkeruh suasana melalui narasi negatif di media sosial.

Lebih lanjut, Kaum Muda SI menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto. Mereka meyakini setiap kebijakan yang diambil, termasuk jika ada penyesuaian harga BBM, akan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

“Pak Prabowo selalu menekankan kemandirian pangan dan energi. Kami yakin langkah yang diambil nantinya adalah yang terbaik untuk kedaulatan bangsa, bukan untuk memberatkan rakyat kecil. Mari kita kawal dengan cara yang sehat, bukan dengan provokasi,” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS