Fariski: Warisan Kesultanan Aceh Relevan Bentuk Kepemimpinan Generasi Muda

2 menit membaca View : 62
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 17 Apr 2026

Jakarta – Isu pelestarian nilai sejarah dan kearifan lokal kembali menguat di kalangan generasi muda Aceh yang berada di perantauan. Nilai-nilai dalam Alam Peudeung serta warisan Kesultanan Aceh dinilai masih relevan untuk menjawab tantangan zaman modern.

Ketua Umum Milenial Indonesia Aceh Jakarta, Fariski Adwari, mengatakan generasi muda perlu memahami sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Alam Peudeung bukan sekadar simbol, tetapi representasi tatanan sosial, etika, dan nilai kebersamaan masyarakat Aceh. Begitu juga Kesultanan yang mewariskan prinsip kepemimpinan yang adil, berdaulat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Fariski dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, arus globalisasi dan modernisasi tidak boleh membuat generasi muda Aceh tercerabut dari akar sejarahnya. Ia menilai nilai-nilai lokal justru dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

Fariski juga mendorong adanya ruang diskusi dan kajian yang lebih intens di kalangan pemuda, baik di Aceh maupun di luar daerah. Hal itu dinilai penting untuk mengkaji kembali relevansi sistem Kesultanan dan nilai Alam Peudeung dalam konteks kekinian.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah secara normatif, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat, hingga memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” tambahnya.

Ia menegaskan, Milenial Indonesia Aceh Jakarta berkomitmen menghadirkan forum intelektual dan kultural guna menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur Aceh di tengah dinamika zaman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS