Dari Tradisi ke Inovasi, Sagu Didorong Jadi Materi Pembelajaran Generasi Muda Merauke

2 menit membaca View : 7
REDAKSI EKSEKUTIF
Uncategorized - 17 Sep 2026

REDAKSIONLINE.CO.ID | MERAUKE — Upaya menjaga keberlanjutan sagu sebagai pangan lokal sekaligus bagian dari identitas masyarakat Papua dilakukan melalui penguatan pendidikan.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar workshop yang mengintegrasikan literasi sagu ke dalam pembelajaran muatan lokal di SMAN 1 Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, 12–13 September 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan guru dan penyuluh pertanian dengan fokus memperluas pemahaman tentang sagu dari berbagai perspektif.

Tidak hanya sebagai sumber pangan, sagu diperkenalkan sebagai bagian dari pengetahuan lokal yang berkaitan dengan budaya, lingkungan, kehidupan sosial, serta peluang ekonomi masyarakat.

Ketua Tim 10 Ekspedisi Patriot IPB University, Tri Budiarto, SKPm, MSi, menyampaikan bahwa perubahan pola konsumsi generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam upaya mempertahankan keberadaan sagu di Merauke. Di sisi lain, keberadaan lahan sagu juga menghadapi tekanan akibat alih fungsi lahan.

Menurutnya, pendidikan dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali sagu kepada generasi muda.

Pengetahuan mengenai sejarah, tradisi, budidaya, pengolahan hingga potensi ekonomi sagu dapat dikembangkan menjadi materi pembelajaran yang lebih kontekstual dengan kondisi daerah.

Dalam workshop tersebut, Untung, S.Pd., Kepala Bidang Pengendalian Perizinan dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, memberikan materi mengenai transformasi pendidikan.

Materi tersebut mencakup arah pembangunan pendidikan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pendidikan.

Praktisi literasi pangan lokal dari Morowali, Nila Sari Katemba, S.Pd., juga mengajak peserta melihat peluang pengembangan sagu melalui metode pembelajaran kreatif.

Menurutnya, pengenalan sagu kepada generasi muda dapat dikembangkan melalui inovasi produk pangan sekaligus membuka peluang kreativitas dan kewirausahaan.

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik pengolahan tepung sagu menjadi cookies. Tahapan praktik meliputi persiapan bahan, pembuatan adonan, pencetakan hingga proses pemanggangan.

Kegiatan tersebut memberikan contoh konkret bagaimana bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk yang lebih dekat dengan preferensi generasi muda.

Guru SMKN 5 Merauke, Mathelda, menyampaikan bahwa praktik tersebut memberikan wawasan mengenai beragam pemanfaatan sagu. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan menjadi bahan pengenalan bagi siswa.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University juga memberikan modul pembelajaran kepada peserta. Modul tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pendukung bagi guru dan penyuluh untuk meneruskan pengetahuan tentang sagu melalui kegiatan pendidikan maupun pemberdayaan masyarakat.

Penguatan literasi sagu tersebut diarahkan agar upaya pengembangan komoditas lokal tidak terlepas dari konteks budaya masyarakat Papua.

Melalui pendidikan, sagu dapat diperkenalkan sekaligus sebagai pangan lokal, sumber pengetahuan, potensi ekonomi, dan bagian dari warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya.(Soly/Tri)

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS