
Jakarta – Menjelang pelaksanaan Kongres IX Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), organisasi tersebut menegaskan telah kembali bersatu dalam satu kepemimpinan. Bobby Kurniawan bersama elemen yang sebelumnya berada dalam dinamika perbedaan kepemimpinan kini bergabung kembali di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra.

Bintang menyebut rekonsiliasi itu menjadi momentum untuk mengakhiri dualisme yang sempat terjadi di tubuh organisasi. Menurutnya, seluruh kader kini kembali berada dalam satu barisan perjuangan guna menyukseskan Kongres IX sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
“Bersatunya kembali seluruh elemen organisasi menjadi penanda bahwa SEMMI hanya ada satu. Tidak ada lagi dualisme, tidak ada lagi sekat, dan tidak ada lagi barisan yang berjalan sendiri-sendiri. Seluruh kader kini kembali berdiri di bawah satu panji perjuangan untuk menyukseskan Kongres IX dan membangun masa depan SEMMI bersama,” kata Bintang dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Ia mengatakan perbedaan yang pernah terjadi harus menjadi pelajaran bagi seluruh kader agar setiap persoalan organisasi diselesaikan melalui mekanisme konstitusional, musyawarah, dan semangat persaudaraan.
Menurut Bintang, persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan pandangan, melainkan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Seluruh energi kader, kata dia, harus diarahkan untuk memperkuat kaderisasi dan memperluas konsolidasi agar SEMMI semakin relevan menjawab tantangan umat, bangsa, dan negara.
Semangat tersebut, lanjut Bintang, menjadi dasar tema Kongres IX, yakni “SEMMI Satu, Wujudkan Astacita”. Tema itu disebut mencerminkan keberhasilan seluruh elemen organisasi kembali berada dalam satu rumah perjuangan sekaligus komitmen SEMMI berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional dengan tetap menjaga independensi sebagai mitra kritis pemerintah.
“Inilah makna ‘SEMMI Satu, Wujudkan Astacita’. Kita menyatukan organisasi, memperkuat kaderisasi, dan memastikan SEMMI hadir memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Kandidat boleh berbeda, tetapi setelah kongres seluruh kader harus kembali berada dalam satu barisan,” ujarnya.
Kongres IX dijadwalkan menjadi forum pemilihan Ketua Umum PB SEMMI periode 2026-2029. Selain memilih kepemimpinan baru, kongres juga diharapkan menjadi momentum menyatukan kembali seluruh kader serta memperkuat arah perjuangan organisasi.
Bintang pun mengajak seluruh kandidat, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, dan peserta kongres menjaga kondusivitas selama pelaksanaan kongres. Ia menegaskan kompetisi harus berlangsung melalui adu gagasan, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan, bukan tindakan yang berpotensi memecah persatuan.
“Siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi Ketua Umum bagi seluruh kader SEMMI. Setelah kongres selesai, tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Semua harus kembali bekerja dalam satu komando dan satu arah perjuangan,” tutupnya.
Tidak ada komentar