Kongres II Pemuda Kaum Betawi Serukan Era Baru Gerakan Betawi, Fokus pada Kepemimpinan, Ekonomi, dan Inovasi Organisasi

2 menit membaca View : 106
REDAKSI EKSEKUTIF
Nasional, News Redaksi - 06 Jul 2026

JAKARTA – Semangat pembaruan organisasi dan penguatan peran generasi muda mewarnai pelaksanaan Kongres II Pemuda Kaum Betawi yang berlangsung di Bale H. Sanusi Konte, Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus ruang merumuskan strategi menghadapi tantangan masyarakat Betawi di tengah pesatnya perkembangan Ibu Kota.

Mengangkat tema “Betawi Revolusi: Transformasi Budaya, Kemandirian Ekonomi, dan Kepemimpinan Masa Depan”, kongres dihadiri tokoh-tokoh Betawi, unsur Muspida, organisasi kepemudaan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat Betawi.

Ketua Umum Pemuda Kaum Betawi, H. Masykur Isnan, S.H., M.H., menegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus meninggalkan pola lama yang hanya berorientasi pada aktivitas seremonial.

Menurutnya, organisasi masa kini dituntut mampu menghasilkan gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Melalui konsep “Betawi Revolusi”, Pemuda Kaum Betawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat posisi Betawi sebagai bagian penting dalam pembangunan Jakarta.

Gerakan tersebut diarahkan agar masyarakat Betawi tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan aktif dalam bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga proses pengambilan kebijakan publik.

Dalam paparannya, Masykur menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat Betawi, mulai dari berkurangnya ruang hidup akibat pembangunan perkotaan, terbatasnya akses terhadap pendidikan dan lapangan kerja, hingga perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di era global.

Ia menilai kondisi tersebut harus dijawab melalui perubahan cara berpikir dan pembaruan sistem organisasi.

Karena itu, Pemuda Kaum Betawi memperkenalkan konsep Organisasi 5.0, yaitu model organisasi yang memanfaatkan teknologi digital, memperkuat kaderisasi, membangun pusat data organisasi, serta mengembangkan produksi gagasan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Betawi.

Menurutnya, budaya tidak boleh berhenti sebagai warisan sejarah semata, tetapi harus menjadi sumber inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Kongres II juga menegaskan komitmen Pemuda Kaum Betawi untuk memperkuat sinergi dengan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai wadah kolaborasi dalam membangun program yang lebih terarah bagi masyarakat Betawi.

Sejumlah gagasan strategis turut disampaikan, antara lain pembentukan badan otonom di bidang kepemudaan, usaha, dan profesi, pengembangan program Bale Digital, Bale Politik, Jakarta Inkubator Bisnis (JAKIN), serta Talenta Jakarta yang difokuskan pada peningkatan kompetensi, sertifikasi keahlian, dan pengembangan potensi generasi muda.

Melalui kongres ini, Pemuda Kaum Betawi berharap lahir langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat eksistensi masyarakat Betawi, meningkatkan daya saing generasi muda, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman dan mendukung pembangunan Jakarta yang lebih inklusif.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS