
Jakarta – Ketua Umum PP PERISAI (Pertahanan Ideologi Sarekat Islam) Chandra Halim meminta aparat kepolisian segera memeriksa dan menahan Ade Armando serta Abu Janda. Keduanya dinilai telah membuat kegaduhan melalui unggahan potongan video ceramah Wakil Presiden Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ade Armando secara sadar memposting potongan video ceramah Wapres Jusuf Kalla di UGM dengan komentar yang provokatif dan memecah belah,” ujar Chandra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Chandra menilai, meskipun Ade Armando membantah sebagai pihak yang memotong dan mengedit video tersebut, namun tetap memiliki tanggung jawab karena menyebarluaskan konten itu dengan tambahan narasi yang dianggap provokatif.
“Karena potongan video dengan narasi provokatif, Pak JK diframing sebagai pihak yang tidak suka terhadap umat Kristiani. Ini jahat sekali,” katanya.
Menurut Chandra, tindakan tersebut tidak bisa didiamkan dan harus direspons secara tegas oleh aparat penegak hukum. Ia pun mendesak agar polisi segera mengambil langkah hukum.
“Pak JK adalah sosok yang berperan dalam mendamaikan konflik horizontal bernuansa agama. Kita punya luka akibat konflik tersebut. Jangan karena kepentingan politik, luka itu kembali dibuka. Polisi harus bertindak tegas,” pungkasnya.
Tidak ada komentar