Fauzi Bowo Hadiri Tradisi Lebaran Antar Kampung, Warga Betawi Jaga Silaturahmi

2 menit membaca View : 258
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 22 Mar 2026

JAKARTA — Tradisi Lebaran antar kampung khas masyarakat Betawi kembali digelar di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini diikuti warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga para tokoh masyarakat, Minggu (22/3/2026).

Momentum tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran tokoh Betawi sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, yang turut bersilaturahmi dengan warga. Dalam kunjungannya, ia mendatangi tokoh masyarakat setempat, di antaranya H. Jamhari dan K.H. Mahfudz Asirun.

Fauzi Bowo yang akrab disapa Bang Foke menegaskan pentingnya menjaga tradisi Lebaran antar kampung sebagai bagian dari identitas budaya Betawi.

Ia menyebut tradisi tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga yang dilakukan secara bergiliran selama beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.

“Tradisi ini harus terus dijaga agar tidak hilang. Selama beberapa hari setelah Lebaran, warga saling berkunjung, bersilaturahmi, dan saling memaafkan,” ujarnya.

Sementara itu, K.H. Mahfudz Asirun menjelaskan bahwa tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama. Ia mengisahkan, pada masa lalu warga yang tinggal berjauhan di kawasan persawahan kerap berpapasan saat hendak bersilaturahmi, sehingga kemudian disepakati adanya pembagian jadwal kunjungan antar kampung.

“Dulu wilayah ini masih berupa kebun dan sawah. Karena sering bertemu di jalan saat Lebaran, akhirnya dibuat jadwal agar kunjungan lebih teratur,” katanya.

Ketua Dewan Kota Jakarta Barat, Fachry, turut menyambut kehadiran Fauzi Bowo dan menegaskan bahwa tradisi tersebut memiliki aturan yang dijalankan secara turun-temurun.

Menurutnya, setiap kampung memiliki jadwal khusus untuk menerima tamu maupun melakukan kunjungan.

Ia menambahkan, warga biasanya telah bersiap di rumah saat jadwal menerima tamu, sementara pada hari kunjungan mereka akan mendatangi kampung lain sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Adapun pelaksanaan Lebaran antar kampung dimulai setelah hari pertama Idul Fitri yang biasanya difokuskan untuk keluarga inti.

Selanjutnya, pada hari kedua hingga keenam, warga melakukan kunjungan antar kampung sesuai jadwal yang telah ditentukan, sementara hari ketujuh dimanfaatkan untuk mengunjungi kerabat yang berada di luar wilayah.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai budaya Betawi yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap tradisi Lebaran antar kampung tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta terus menjadi bagian dari identitas budaya Betawi di Jakarta.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS