Sagu Menjadi Penjaga Identitas Marind, Warga Matara Dorong Perhatian Pemerintah terhadap Pangan Lokal

3 menit membaca View : 5
REDAKSI EKSEKUTIF
Uncategorized - 17 Sep 2026

REDAKSIONLINE | MERAUKE — Masyarakat Marind di Kampung Matara, Salor, Merauke, Papua Selatan, menyuarakan pentingnya menjaga keberadaan sagu sebagai sumber pangan lokal sekaligus bagian dari warisan adat dan identitas budaya.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 pada 7 September 2026.

Forum yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, pemerintah, unsur distrik, serta pihak yang menangani ketahanan pangan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan mengenai masa depan sagu di tengah perubahan pola konsumsi dan penggunaan lahan.

Dalam kehidupan masyarakat Marind, sagu memiliki makna yang melampaui kebutuhan pangan. Tanaman tersebut berkaitan dengan pengetahuan lokal, tradisi, serta nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kekhawatiran terhadap keberlanjutan sagu tergambar dalam ungkapan, “Sagu habis, adat hilang.” Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan masyarakat bahwa berkurangnya keberadaan sagu juga berpotensi memengaruhi kelangsungan adat dan pengetahuan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Masyarakat turut menyoroti perubahan pola konsumsi yang semakin mengarah pada beras, sementara perubahan penggunaan lahan menjadi tantangan bagi keberadaan sagu.

Berkurangnya ruang tumbuh sagu dan persoalan lingkungan menjadi bagian dari perhatian yang disampaikan dalam diskusi.

Kondisi tersebut mendorong harapan agar pembangunan ketahanan pangan di Merauke memperhatikan sumber pangan lokal dan tidak hanya berorientasi pada pengembangan sawah.

Pengetahuan masyarakat setempat mengenai sagu dinilai perlu menjadi pertimbangan dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Aspek adat juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Salah satu prinsip yang disampaikan masyarakat adalah larangan jual beli sagu di antara sesama suku Marind. Aturan tersebut menunjukkan bahwa sagu memiliki nilai sosial dan budaya yang berkaitan dengan kebersamaan.

Oleh karena itu, pengembangan sagu perlu mempertimbangkan tata nilai masyarakat, bukan hanya menghitung potensi produksi maupun nilai ekonominya.

Dalam FGD tersebut, masyarakat juga mengungkapkan harapan agar kegiatan penelitian dan pengumpulan data memberikan manfaat berkelanjutan. “Jangan ambil data-data saja, kita masyarakat bosan kalau terus-terusan seperti itu,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan.

Masyarakat berharap informasi yang telah diberikan dapat ditindaklanjuti melalui program nyata, sehingga keterlibatan mereka tidak berhenti pada proses pengumpulan data, tetapi juga mencakup perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

Di tengah berbagai tantangan, masyarakat melihat peluang untuk mengembangkan sagu melalui inovasi pangan.

Salah satu gagasan yang muncul adalah mengolah sagu menjadi produk es krim. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sagu dapat dikembangkan dalam bentuk baru tanpa mengabaikan akar budaya dan pengetahuan lokal.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang, termasuk menjaga keberlanjutan sagu dalam lima tahun mendatang agar potensi pangan lokal tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Aspirasi masyarakat Matara turut ditujukan kepada pemerintah pusat melalui pesan, “Sampaikan ke Bapak Menteri, jangan fokus ke sawah saja tetapi ke sagu juga.”

Pernyataan tersebut menegaskan harapan agar kebijakan ketahanan pangan memperhatikan keragaman sumber pangan yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Marind, keberlanjutan sagu bukan sekadar persoalan ketersediaan makanan, melainkan juga menyangkut adat, pengetahuan lokal, dan identitas budaya.

Melalui FGD Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University 2026, masyarakat Matara menyampaikan pentingnya pembangunan pangan yang menghargai kearifan lokal, melibatkan masyarakat, serta memberikan ruang bagi keberlanjutan sagu sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS