IYE: Hoaks yang Serang Zulhas Bisa Rusak Kepercayaan Publik ke Pemerintah

2 menit membaca View : 42
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 28 Apr 2026

Jakarta – Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE), Nasky, mengajak seluruh elemen masyarakat menghentikan penyebaran hoaks dan narasi menyesatkan di media sosial yang dinilai menyudutkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Menurut Nasky, informasi yang menyebut “tugas rakyat hanya satu yaitu membayar pajak” dan dikaitkan dengan pernyataan Zulhas merupakan informasi tidak benar serta tidak memiliki sumber yang kredibel.

“Kami dari organisasi IYE atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia mengajak semua elemen masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan nasional di tengah situasi geopolitik global yang tak menentu saat ini,” kata Nasky dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, narasi yang beredar tersebut merupakan bentuk distorsi informasi yang berbahaya dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Informasi tersebut merupakan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintah Presiden Prabowo. Perlu dipahami dalam konteks yang utuh secara objektif, konstruktif, dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif,” ujarnya.

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai, saat ini Zulhas tengah fokus menjalankan berbagai program strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait stabilitas pasokan pangan, ketersediaan bahan pokok, hingga penguatan kedaulatan pangan nasional.

Karena itu, ia menyebut berbagai bentuk disinformasi yang menyerang secara personal maupun institusional sangat merugikan kepentingan publik.

“Berita hoaks tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintahan Prabowo Subianto,” katanya.

Nasky juga mengajak masyarakat menjaga suasana kondusif dengan mengedepankan narasi yang menyejukkan dan memperkuat persatuan bangsa.

“Kedewasaan kita dalam berbangsa tercermin dari kemampuan kita mengubah setiap dinamika menjadi energi positif yang memperkokoh persatuan nasional, sehingga setiap tutur kata yang muncul di ruang publik menjadi kontribusi nyata bagi rakyat,” jelasnya.

Penulis buku Politik Kaum Muda: Anak Muda dan Perubahan itu turut mengimbau masyarakat membiasakan sikap tabayun atau klarifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial.

“Ia mengimbau masyarakat luas untuk mengedepankan sikap husnuzan dan membudayakan tabayun terhadap setiap informasi yang beredar. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Nasky mengajak publik bersatu melawan hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Maka, ayo semua bersatu melawan hoaks agar bangsa ini maju dan aman. Mari kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan yang lebih strategis dalam mengawal dan mendukung kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita kepada masyarakat,” tutupnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS