Mahasiswa LTJ Sampaikan 3 Tuntutan: Dari Logam Tanah Jarang hingga Reformasi Pendidikan

2 menit membaca View : 41
REDAKSI EKSEKUTIF
News Redaksi - 10 Apr 2026

Jakarta — Lintas Tridharma Jakarta (LTJ) menggelar aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi publik terhadap arah kebijakan nasional. Aksi ini menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam PERISAI SI Mahasiswa HMI, SEMMI, PMII, dan GPI dalam satu sikap yang konstruktif, terukur, dan berorientasi pada kepentingan strategis bangsa.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (10/4/2026), LTJ menyampaikan tiga poin tuntutan utama yang dirumuskan secara komprehensif dan berlandaskan kepentingan jangka panjang nasional. Perwakilan LTJ, Panzul dan Fauzan, menegaskan tuntutan tersebut sebagai bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.

Pertama, LTJ mendorong penguatan tata kelola serta pengawasan logam tanah jarang sebagai sumber daya strategis nasional. Pengelolaan komoditas tersebut dinilai harus dilakukan secara transparan, berkelanjutan, serta berorientasi pada optimalisasi nilai tambah dalam negeri.

“Demi menjaga kepentingan strategis nasional dalam jangka panjang, kami mendorong Presiden untuk segera menetapkan Perpres terkait pembentukan Satgas Pengawasan Logam Tanah Jarang yang independen dan akuntabel, guna memastikan tata kelola yang berkeadilan serta terhindar dari dominasi kepentingan tertentu,” ujar Panzul.

Kedua, LTJ menekankan pentingnya menjaga integritas dan kemandirian kebijakan nasional dengan mendorong pemerintah mengambil langkah strategis untuk keluar dari BOP. Keterlibatan dalam BOP dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta mengurangi independensi dalam perumusan kebijakan strategis negara.

Ketiga, LTJ menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap program MBG serta perlunya reformasi substantif di sektor pendidikan. Menurut mereka, sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa memerlukan pendekatan yang sistemik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan tidak dapat dikelola secara parsial. Diperlukan reformasi yang menyentuh aspek fundamental guna melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” tegas Fauzan.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan aparat keamanan. LTJ menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif dan berkelanjutan, serta membuka ruang dialog dengan pemerintah demi terwujudnya kebijakan publik yang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS